


(SeaPRwire) – By: Silas Sterling
Marvel selama ini terkenal potong-potong alur komik Spider-Man untuk kebutuhan MCU. Mereka jarang sekali mengadaptasi satu alur komik secara utuh dari awal sampai akhir. Kini, hal itu berubah untuk film Spider-Man: Brand New Day. Film ini mengambil inspirasi dari dua alur komik tahun 2000-an yang paling dibenci penggemar. Banyak penggemar bertanya-tanya apa alasan Marvel mengambil alur yang buruk ini.
Alur pertama yang diadaptasi adalah *The Other* arc 12 edisi tahun 2005-2006. Alur ini membuat Peter Parker mati setelah terluka parah oleh vampir interdimensional Morlun. Dia kemudian bangkit dari kematian oleh dewa laba-laba kuno Great Weaver. Dia mendapatkan kekuatan baru termasuk jaringan laba-laba organik dan seng yang bisa ditarik. Alur ini kontroversial karena mengubah asal-usul Spider-Man menjadi takdir kosmik. Banyak fans benci perubahan ini karena menghilangkan inti Peter yang mendapatkan kekuatan secara kebetulan.
Alur kedua yang diambil adalah *One More Day* tahun 2007, yang bahkan lebih dibenci oleh komunitas. Inti alur ini adalah Peter membuat perjanjian dengan iblis Mephisto. Dia mengorbankan puluhan tahun pernikahannya dengan Mary Jane untuk menyelamatkan hidup Bibi May. *Spider-Man: No Way Home* sudah mengambil inti alur ini secara longgar. Di film itu, Peter membuat mantra yang membuat seluruh dunia lupa identitasnya. *Brand New Day* akan mengangkat beban sosial dan emosional Peter yang kembali sendirian.
Selama ini, penggemar selalu mengkritik Spider-Man versi Tom Holland. Mereka bilang karakter ini terlalu bergantung pada teknologi canggih dari Tony Stark. Pengambilan dua alur kontroversial ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kritik itu. Kekuatan baru seperti jaringan organik membuat Peter tidak perlu bergantung pada perangkat buatan Stark. Drama akibat keputusan baik hati Peter juga menghidupkan kembali “keberuntungan Parker” yang menjadi ciri khas karakter ini.
Film ini akan tayang di bioskop pada 29 Juli 2026. Jika MCU benar-benar ingin memulai trilogi baru dengan pendekatan baru, mereka harus berani mempertahankan konsekuensi berat dari perubahan ini.
Author bio: Silas Sterling, kontributor kernel veteran dan pemimpin redaksi majalah digest keamanan open-source.