
(SeaPRwire) – By: Gavin Thorne
Ini bukan sekadar perubahan nama gedung budaya di Washington DC. Ini adalah perlawanan nyata pengadilan federal terhadap upaya Presiden Trump. Trump berusaha menandai seluruh aspek kehidupan pemerintahan AS di masa jabatan keduanya. Selama enam bulan nama Trump menempel di dinding Kennedy Center, perdebatan tak pernah berhenti. Banyak seniman dan penonton bahkan menghindari gedung ini setelah perubahan nama sepihak.
Pada Desember 2025, Dewan Pengawas Kennedy Center yang penuh dengan sekutu Trump memutuskan secara bulat. Mereka mengubah nama pusat budaya ini jadi Trump-Kennedy Center. Kennedy Center sendiri ditetapkan Kongres sebagai peringatan hidup untuk John F. Kennedy. Langkah ini langsung mendapat reaksi balik keras dan digugat oleh perwakilan Joyce Beatty dari Ohio. Beatty merupakan anggota ex officio dewan yang hak suaranya dicabut oleh pihak pro-Trump.
Pada Mei 2026, hakim federal Christopher R. Cooper mengeluarkan putusan sepanjang 94 halaman. Putusan itu memenangkan gugatan yang diajukan Beatty. Cooper menegaskan hanya Kongres yang bisa mengubah nama Kennedy Center. Putusan dewan pengawas dinilai melanggar mandat jelas Kongres. Hakim juga menolak permohonan banding terakhir dewan untuk mempertahankan nama. Ia memerintahkan nama Trump dihapus selambat-lambatnya Jumat 12 Juni 2026.
Perlawanan terhadap putusan pengadilan masih terjadi meskipun nama sudah dicopot dari gedung. Hakim juga membatalkan rencana dewan menutup Kennedy Center selama dua tahun mulai 5 Juli 2026. Namun memo internal kantor penasihat umum dewan menyatakan pengadilan tidak memerintahkan pusat tetap buka. Mereka mengatakan akan memberikan panduan lebih lanjut dalam waktu dekat. Norman Eisen, pengacara Beatty yang pernah blokir dana Trump senilai $1,8 miliar, menyebut dewan tidak beritikad baik mematuhi putusan.
Dalam masa jabatan keduanya, Trump sudah memasang nama atau citranya di berbagai aset federal. Mulai dari paspor AS, kapal perang, program kesejahteraan, hingga banyak gedung federal. Tanda tangannya bahkan akan muncul di uang kertas AS mendatang. Ia menjadi presiden hidup pertama yang mendapatkan hak ini. Ia juga ingin mengubah nama Bandara Dulles dan Stasiun Penn New York, namun rencana itu belum terwujud. Eisen menutup, penutupan hanya untuk menghindari malu karena nama Trump dianggap toksik oleh seniman dan penonton.
Pengadilan baru memenangkan satu pertempuran kecil dalam perang melawan ekspansi kekuasaan pribadi Trump di AS.
Author bio: Gavin Thorne, jurnalis investigasi yang melacak urusan legislatif dan kelompok kepentingan berbasis di Washington DC.